Contemporary Romance,

Antologi Rasa by Ika Natassa | Book Review

Wednesday, June 29, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Antologi Rasa
"You know what, Risjad, kalau lagi nggak berusaha tebar pesona setengah mati, elo itu adorable juga, ya."—Keara

By Ika Natassa
3 of 5 stars

Source: goodreads.com
Penyunting        : Rosi L. Simamora
Desain Sampul  : Ika Natassa
Penerbit             : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit      : Agustus 2011
ISBN                 : 9789792274394
Pinjam di iJak

K e a r a



Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.


Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

***

Selama aku bergabung menjadi bagian dari Blogger Buku Indonesia, sempat berkali-kali aku mendengarkan diskusi mengenai iJak. Puncaknya, pada saat aku bantu-bantu jadi reporter abal-abal di Pesta Pendidikan 2016, aku baru sepenuhnya mengenal iJak. Awalnya, kupikir iJak hanya tersedia untuk pemakai smartphone android dan iOs, nyatanya, aplikasi yang didominasi warna oranye ini bisa diinstall di PC. Woooh, aku senang banget, dooong. Jadilah, novel yang tidak sengaja muncul di kolom rekomandasi ini yang kubaca duluan. Hehe. Selain fakta karena aku suka dengan Critical Eleven, aku penasaran aja dengan karya Ika Natassa sebelumnya. Aku pengin tahu bagaimana gaya menulis Ika Natassa yang lumayan diagung-agungkan ini. 

If Travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?--hlm. 63.

First Impression
Berhubung aku sering banget mendengar tentang komentar dari tulisannya Ika, aku sudah punya firasat mengenai banyaknya bahasa campur-aduk yang digunakan serta berbagai macam merk branded yang disebutkan. Dulu sih, banyak yang menyamakan--atau setidaknya selalu membandingkan--tulisan Ika dengan Nina Ardianti. Katanya, mirip gitu. Tentang bankir dan kehidupan sosialitanya. Jadi, impresi awalku dari novel ini adalah, aku akan menemukan cerita yang super duper hopeless romantic. Tentunya, dengan karakter yang adorable dan nantinya memiliki ending yang bahagia.

0 comments:

Curhat Buku,

My Top 5 Bookish Confessions | Posting Bareng BBI

Monday, June 27, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Yeay. Ini adalah postingan pertamaku dalam ajang Posting Bareng BBI. Hehe. Maafkan. Bukannya gimana-gimana. Sebagai anggota baru, aku masih kagok nih dengan semua event yang diadain sama BBI. Masih belajar untuk mengikuti. Dan, ini adalah salah satu usahaku untuk menjadi anggota BBI yang baik. Hihi.

Source: Canva.com, edited by me

Hemm, jadi untuk tema posting bareng bulan Juni ini adalah #BBIBookishConfession. Tentunya, mendengar kata ini itu serasa mau pengakuan dosa. Sebagai tukang baca buku gratisan, aku punya beberapa pengakuan yang semoga tidak dilihat oleh orang-orang yang terlibat dalam pengakuanku. 

0 comments:

Elex Media Komputindo,

Sahabat Lama by Fazza Faizah | Book Review

Sunday, June 26, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Sahabat Lama
"Itulah sahabat sejati, saling mengingatkan, saling membantu, dan saling berbagi." --hlm. 55.

By Fazza Faizah

2 for 5 stars

Penerbit        : Quanta Books, imprint dari Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2016
ISBN            : 9786020280806


Ketika kita memiliki sahabat, bukan berarti kita pasti akan selalu bersamanya. Ada masa-masa kita harus pindah, mengambil kesempatan, melanjutkan sekolah, dan memilih pekerjaan. Tetapi bukan berarti saat kita sudah berpisah, maka selesai begitu saja. 


Tulisan dalam buku ini merupakan resep-resep manjur yang menunjukan pada kita terutama anak-anak muda dalam mengartikan sebuah hubungan persahabatan. Cara jitu memiliki banyak teman, bagaimana cara bersosialisasi dan berhubungan dengan sesama terutama dengan teman lama dan yang terpenting bagaimana menjadi seorang sahabat yang dicintai oleh Allah, yang bersama-sama meniti jalan untuk mendapatkan ridha dan cinta-Nya. Bersama-sama berjalan menuju surga yang DIA janjikan. 

Hari ini mungkin kita berkenalan dengan orang-orang baru, suatu saat kita mungkin jadi teman dekat atau menjadi sahabat, namun sahabat lama semakin lama akan semakin istimewa.

“Sesungguhnya Allah ta`ala menyukai kelestarian atas keakraban kawan lama, maka peliharalah kelangsungannya.” (HR. Ad-Dailami)


***

Sahabat adalah dia yang apabila engkau bersamanya akan lebih mengingati akan Tuhan, kematian, dan kebermanfaatan untuk sesama.


0 comments:

Alit Tisna Palupi,

Sunset Holiday by Nina Ardianti dan Mahir Pradana | Book Review

Sunday, June 26, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Sunset Holiday
"Kalau memang aku hanyalah sepotong puzzle dalam hidup Ibi dan sebaliknya, it's better that we make the best out of our limited tine together." --Audy.

By Nina Ardianti dan Mahir Pradana

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting              : Alit Tisna Palupi
Penyelaras Aksara   : Widyawati Oktavia dan Idha Umamah
Penata Letak            : Gita Romadhona
Desainer Sampul   : Dwi Anisa Anindhika dan Agung Nugroho
Ilustrator Isi             : Gama Marhaendra
Penerbit                   : Gagasmedia
Tahun Terbit            : Cetakan pertama, tahun 2015.
Tebal Halaman        : 470 halaman
ISBN                       : 9787808181


“We are all strangers until we meet.”



Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku. Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan.

Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.

Jika aku tidak akan menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.

Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?

***

Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma, atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?


0 comments:

Clio Freya,

Traces of Love by Clio Freya | Book Review

Tuesday, June 21, 2016 Puji P. Rahayu 2 Comments

Traces of Love
"Aku sebenarnya senang-senang saja, tapi pasal-pasal di The Code mau diapakan...dicoret pakai spidol hitam supaya tidak terlihat?"--Fay Regina McGallaghan.

By Clio Freya

5 for 5 stars

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit       : Jakarta
Tahun Terbit     : Oktober 2014
Tebal Halaman : 416 halaman
ISBN                 : 9786020308708


Sebulan telah lewat sejak Fay diterima menjadi anggota keluarga McGallaghan.


Lewat kehidupan yang nyaris sempurna di kastil McGallaghan di Paris, Fay berjuang melalui kesedihan akibat kehilangan kedua orangtuanya, sembari mencoba beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, termasuk Kent dan Reno. Pada saat yang bersamaan, Fay menjalin komunikasi dengan Enrique Davalos, cowok keren berambut cepak asal Venezuela yang dikenalnya di kafe.

Setelah ulang tahun Fay yang kedelapan belas yang dirayakan dengan jamuan megah, pamannya, Andrew McGallaghan, menyatakan bahwa masa berkabung Fay telah usai. Fay pun diarahkan untuk mengetahui seluk-beluk keluarga secara lebih dalam, termasuk mengenal Core Operation Unit, badan intelijen di bawah naungan keluarga McGallaghan.

Sejalan dengan waktu, hubungan antara Fay dan Enrique terjalin semakin erat. Kent dan Reno pun membayangi gerak-gerik Fay, masing-masing dengan alasan tersendiri. Bagi Fay, hubungannya dengan Enrique berjalan sempurna, hingga Andrew McGallaghan mulai memainkan kartunya satu demi satu.

Fay pun dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti perintah pamannya dengan mengorbankan perasaannya, atau mendahulukan perasaannya dan menghadapi kemarahan pamannya.


***

Keputusan Fay kembali ke Paris mengantarkan Fay pada kehidupan McGallaghan yang sebenarnya. Setelah melewati tes dari para paman, Fay resmi menjadi anggota Keluarga McGallaghan. Pastinya, ia pun harus bersiap untuk menjadi anggota COU.

2 comments:

Bambang 'Bambi' Gunawan,

The Chronicles of Audy: 21 by Orizuka | Book Review

Sunday, June 19, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

The Chronicles of Audy: 21
"Aku cuma ngasih tahu kalau aku suka kamu. Nggak perlu diterima. Nggak perlu ditolak. Cukup untuk kamu ketahui."--Rex Rashad

By Orizuka

4 for 5 stars

Source: goodreads.com
Penyunting                              : Tia Widiana
Kaver Desainer dan Ilustrator : Bambang 'Bambi' Gunawan
Proofreader                              : NyiBlo
Penerbit                                    : Penerbit Haru
Tahun Terbit                             : Mei 2016, cetakan keempat
Jumlah Halaman                       : 308 halaman
Harga                                        : Rp54.000,- di TB. Gramedia Grand Indonesia


Hai. Namaku Audy.

Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang,
salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.


***

Setelah sempat berhenti menjadi babysitter garis miring pembantu di rumah 4R, akhirnya Audy kembali ke rumah itu. Semakin lama Audy tinggal di rumah itu, semakin dalam juga Audy mengenal keempat bersaudara itu. 

0 comments:

Clio Freya,

From Paris to Eternity by Clio Freya | Book Review

Saturday, June 18, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

From Paris to Eternity
Fay's Adventure #2
"Fay, perasaanku kepadamu tidak pernah berubah sedikit pun. Aku tahu aku tidak pernah mengatakannya, but I love you... and will always do."--Kent Edgar McGallaghan

By Clio Freya

5 for 5 stars

Desain dan Ilustrasi Kaver    : Maryna Design
Penerbit                                  : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                             : Jakarta
Tahun Terbit                           : Februari, 2010
Tebal Halaman                       : 360 halaman
ISBN                                      : 97897922535900


Setelah menyelesaikan "tugas" dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.


Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris: ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris!

Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain kecuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philippe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya kepada Kent, juga Reno.
Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.


***

Sebuah tugas lagi-lagi digulirkan oleh Andrew McGallaghan untuk Fay Regina Wiranata. Fay yang akhirnya kembali ke Jakarta dan merasa menjadi murid SMA biasa, tiba-tiba saja dikejutkan dengan surat pengumuman yang dikirimkan oleh Institute de Paris ke rumahnya. Sebuah lembaga fiktif yang menjadi kedok penculiknya tahun lalu. Karena tidak punya pilihan untuk menolak, Fay pun berangkat ke Paris dan bersiap menghadapi tugas yang diberikan oleh Andrew.

"Manusia beradaptasi dengan rasa sakit. Yang lebih penting sebenarnya bukan rasa sakitnya, tapi bagaimana kita bereaksi terhadap rasa sakit itu."

Tidak seperti tahun lalu, kali ini pengawas latihan Fay bukanlah Andrew. Melainkan rekan Andrew, yakni Phillipe Klaan. Phillipe sendiri sikapnya sangat tidak bersahabat dan bisa dibilang lebih sadis daripada Andrew, Tak hanya kesialan itu, rupanya Fay menjalani latihan bersama Kent--cowok berambut pirang yang tahun lalu membuat hatinya melayang dan diempaskan ke tanah tanpa ada penjelasan. Saat pelatihan, yang menjadi mentor Fay dan Kent adalah Reno--teman kursus Fay yang ternyata merupakan sepupu Kent. Fay rasanya mau gila saat tahu kebenaran yang ada.

"Tidak perlu mencari alasan yang masuk akal untuk suatu kejadian, yang lebih penting adalah akibatnya."

Belum selesai dengan hal itu, nyatanya Fay dan Kent menjalankan tugas mereka sebagai pengintai dan diberi peran sebagai kekasih. Berbagai penjelasan Kent tentang alasan kepergiannya tahun lalu, akhirnya membuat Fay mengerti, kebersamaannya dengan Kent memang tidak boleh ada. Sampai kapanpun nanti.

Tapi apa gunanya menjelaskan alasan yang begitu suci, bila semua harus berakhir menyakitkan?

"Aku tidak seperti kamu! Mudah melupakan hal-hal yang menyakitkan!"

Di saat Fay merasa tugasnya sudah berakhir dan kehidupannya bisa berjalan normal, lagi-lagi nasib mempermainkan kehidupan Fay. Pesawat yang ditumpangi orang tua Fay jatuh di hutan Amazon dan dipastikan tidak ada yang selamat. Fay bingung harus berlindung kemana. Apakah menetap di Jakarta atau... mengambil keputusan lain dan kembali ke Paris.

Source: google.com, edited by me.
SPOILER ALERT! DON'T READ IF YOU DON'T WANT TO.

Akhir yang memilukan kalau menurutku. Lagi-lagi, Andrew berperan layaknya Tuhan di kisah Fay. Semua yang dilakukan Fay, terasa selalu diatur oleh Andrew. Semua kemungkinan-kemungkinan pun sudah diprediksi oleh Andrew dengan tepat. Sayangnya, yang cukup membuatku sedih adalah, hak yang dirampas oleh Andrew dari Kent maupun Fay cukup kejam. Bagaimana mungkin kedua perasaan yang begitu tulus tidak bisa dibiarkan bersama? Dengan alasan yang menurutku, lagi-lagi, cukup menyedihkan.

"Keputusanku untuk meninggalkan dia bukan atas pengaruh ancaman kamu. Aku tahu apa yang terbaik untuk dia."

Ahh, overall, cerita ini menarik. Dan pastinya membuat yang membaca jantungan. Oh, c'mon. Dimana lagi sih ada cerita teenlit yang mengisahkan agen rahasia dan kayak bukan novel teenlit. Aku cukup kaget dengan berbagai macam strategi operasi yang digulirkan oleh Andrew. Benar-benar bisa dirasakan power dari kepala Keluarga McGallaghan. 

Kebersamaan kita berdua memang tak boleh ada, tapi sampai kapan pun aku tahu bahwa di hatiku kamu akan selalu ada dan tidak ada yang bisa mengubahnya.

Sebenarnya, aku sudah membaca novel ini dari lama. Hanya saja, baru sempat membuat reviewnya sekarang. Tenang, aku baca lagi kok cerita ini. Jadi, aku nggak ngarang-ngarang amat waktu bikin review ini. 

Jujur, aku sangat menyukai konsep kaver dari From Paris to Eternity. Cantik dan high class banget. Benar-benar bagus dan beda dari yang lain. Pokoknya, yang membuat kaver novel ini, pengin aku kasih nilai seratus deh, :"

Mungkin karena ini buku kedua, jadi banyak pertanyaan yang bersliweran di kepalaku. Yang cukup menganggu, who the hell Enrique is? Aku jadi curiga dia itu bagian dari agen rahasia organisasi lain... Dan, kalimat Andrew di epilog. 

"...Wajar saja seseorang bereaksi seperti itu bila harus menyerahkan anak semata wayangnya kepada orang lain--satu hal yang ia ketahui dengan persis bagaimana rasanya."

Kenapa bisa Andrew ngomong kayak gitu? Apa Andrew pernah punya anak sebelumnya? :o Akhirnya jadi menuntun ke pertanyaan, apa hubungan antara Andrew dan Kent sebenarnya? Kenapa Kent direkrut di umur yang sangat muda? Dan kenapa pula penampilan fisik Andrew dan Kent harus sama? Terakhir, kenapa hanya Kent yang asal-usulnya tidak jelas? Kenapa? Kenapa dia dilarang jatuh cinta?

"Hiduplah untuk setiap detiknya. Bila dalam detik ini hidup tidak berpihak padamu, percayalah pada detik berikutnya hidup akan menjadi lebih baik."

"Hidup adalah sebuah pilihan, dengan segala konsekuensinya. Terlalu sering seseorang menjatuhkan pilihan hidup tanpa bersedia menerima konsekuensi atas pilihan itu."

Ahh, kebanyakan kenapa jadinya. Ya sudahlah.
Intinya aku puas banget baca cerita ini. Semakin membuat orang penasaran dengan kelanjutannya. Misterinya terlalu banyak dan memang perlu digali lebih lanjut. Ahh, betapa menyenangkannya membaca kisah perjalanan Fay ini.

5 bintang untuk perjalanan Fay yang tiada akhir




0 comments:

Bambang 'Bambi' Gunawan. Yuli Yono,

The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka | Book Review

Friday, June 17, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

The Chronicles of Audy: 4R
"Rex, kamu..., pernah jatuh cinta? Kalau belum, jangan deh. Karena rasanya..." --Audy Nagisa

By Orizuka

4 for 5 stars
Source: here
Penyunting                              : Tia Widiana
Desainer Kaver dan Ilustrator : Bambang 'Bambi' Gunawan
Proofreader                              : Yuli Yono
Penerbit                                   : Penerbit Haru
Tahun Terbit                            : 2016, cetakan keenam
Jumlah Halaman                      : 320 halaman
ISBN                                        : 9786027742215
Harga                                       : Rp56.000,- di TB. Gramedia Depok.


Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.

Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.



***

The Chronicles of Audy merupakan series novel dari Orizuka yang membuatku penasaran setengah mati. Hypenya yang tinggi, membuatku benar-benar ingin tahu apa saja yang ingin diceritakan Orizuka di series ini. Bermula dari keputusan impulsifku--kalau nggak impulsif biasanya malah nggak bakal beli--akhirnya aku mencomot Audy 4R sebagai bacaanku. Tanpa pikir panjang, aku langsung membaca novel ini sesampainya aku di kosan.
Aku memang bodoh, kebodohan ternyata menurun secara genetik, jadi kenapa??
Bermula dari kisah Audy, seorang mahasiswi Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada, yang terancam menjadi tuna wisma dan tidak bisa melanjutkan kuliah--yang omong-omong tinggal skripsi saja. Semua ini berawal dari usaha orang tuanya untuk mengikuti investasi bodong--what's this? Heu :3. Kerugian yang dialami membuat Audy benar-benar tidak punya uang dan terpaksa harus mencari pekerjaan kalau ia tak ingin kembali ke kampung halamannya,

Bermodalkan skill seadanya, Audy mencari pekerjaan dari koran. Tanpa sadar, matanya tertuju pada satu lowongan pekerjaan untuk menajdi babysitter. Mengetahui lokasi kosannya tak jauh dari rumah si pemasang iklan, Audy pun bertekad harus bisa mendapatkan pekerjaan ini.

Apa yang dihadapi Audy ternyata membuat Audy syok. Rumah yang ia datangi seperti tak terawat. Ilalang setinggi dirinya tumbuh subur di pekarang. Seolah-olah, rumah itu tidak berpenghuni. Akan tetapi, karena terbius oleh pesona sang pemilik rumah. Audy terjebak kontrak dan terpaksa menjadi babysitter garis miring pembantu di rumah itu. Rumah yang memiliki julukan Rumah 4R.
Barulah aku menyadari beberapa hal. Kalau aku adalah objek penipuan dan penindasan dari sosok intelektual nan ganteng bernama Regan.
Di dalam rumah tak terawat itu, tinggal empat saudara yang sudah tidak memiliki orang tua. Anak pertama, Regan, merupakan seorang pengacara. Dengan pesona mautnya, Audy malah terjebak dan mengiyakan saja kontrak yang ditawarkan oleh Regan. Anak kedua, Romeo. Menurut Audy, Romeo merupakan anak yang paling tidak berguna. Setiap hari pekerjaannya hanyalah main game dan bisa dibilang memiliki bakat untuk mempengaruhi tingkah laku adiknya yang paling kecil. Anak ketiga, Rex. Si genius yang sinis dan tidak suka bersosialisasi. Sikapnya begitu dingin dan antipati. Selalu mengomentari semua hal yang dilakukan Audy. Terakhir, Rafael. Anak terakhir yang umurnya belum genap lima tahun tapi sudah memiliki pemikiran jauh lebih dewasa dari seharusnya.
"Mulai sekarang, aku akan nambahin satu lagi tipe cewek ke dalam kamusku.""Oh ya? Aku tipe cewek apa?""Absurd."
Audy yang memang tidak memiliki tempat bernaung, akhirnya tinggal dengan 4R dan berusaha untuk menjadi bagian dari keluarga itu. Sahabatnya, Missy, sempat memprotes keputusan Audy. Tapi, memangnya Audy punya pilihan? Tinggal di rumah itu, nyatanya malah membuat Audy terseret ke permasalahan keluarga 4R. Apakah Audy bisa bertahan? Apalagi, orang tua Audy marah besar saat tahu Audy tinggal bersama empat cowok dalam satu rumah.

Source: here, edited by me
Membaca novel ini membuatku tertawa. Demi apapun. Sebenarnya, di awal aku sempat sebal dengan Audy. Kesannya kok menjatuhkan orang tua banget--tapi aku ikut stres sih kalau dihadapkan di situasi yang demikian. Tapi, setelah terus membaca, yang ada aku malah tertawa sepuas-puasnya dengan tingkah laku Audy dan 4R. Duh. Ada pula yang kayak gini. Kocak banget. Setelah baca novel ini, aku kayak merasa, yeah, family can be found anywhere. Not only your true family that you will have.

Dari segi kaver, aku suka. Konsepnya yang sederhana dan ilustrasi Audynya lucu banget. Cantik dan ciamik lah kavernya. Apalagi, bahannya juga keras--nggak mudah terlipat pastinya. Aku suka dan puas. Font yang digunakan pun lumayan. Meskipun besar-besar, tidak mengurangi kenyamanan saat membaca.

Ahh, berhubung aku punya latar belakang yang sama dengan Audy, aku sedikit heran. Dikatakan kalau Audy harus menyelesaikan mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional sebelum bisa mendaftar skripsi. Menurutku ini agak aneh. Karena, kuliah pengantar seharusnya merupakan mata kuliah prasyarat untuk kuliah-kuliah selanjutnya. Contohnya di kampusku, aku harus mengambil mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional di semester 2. Bila lulus, baru aku bisa mengambil mata kuliah Teori Hubungan Internasional I di semester 3. Kalau lulus lagi, di semester 4 baru bisa mengambil mata kuliah Teori Hubungan Internasional II. Setelah itu, di semester 5 baru bisa mengambil mata kuliah Metode Penelitian Hubungan Internasional. 

Jadi, menurutku agak tidak logis kalau Audy yang mau skripsi malah baru menyelesaikan kuliah pengantar. Akan lebih logis kalau Audy tidak lulus mata kuliah metode penelitian di tahun ketiga. Tapi mungkin beda universitas beda aturan. Who knows?

Dari semua karakter yang ada, entah kenapa aku suka dengan Rex. Nggak ada alasan khusus sebenarnya. Cuma, cara dia menyayangi Rafael itu bikin hati tersentu :" In my humble opinion.

Selain semua huru-hara soal kuliah Audy, aku merasa puas dengan membaca novel ini. Novel yang manis dengan keluarga yang juga manis.

4 rasa manis untuk keluarga 4R yang bikin tersentuh.


0 comments:

Clio Freya,

Eiffel, Tolong! by Clio Freya | Book Review

Monday, June 13, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Eiffel, Tolong!
Fay's Adventure #1
"Sudah merupakan kebiasaannya untuk menghukum seseorang dengan mengambil sesuatu yang berharga bagi orang tersebut, sehingga pesan yang ingin disampaikannya mengena."--Kent Edgar McGallaghan.

By Clio Freya

5 for 5 stars

Source: here
Desain dan Ilustrasi Kaver   : Bena NDR
Penerbit                                : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                           : Jakarta
Tahun Terbit                         : Januari 2012, Cetakan keenam
Tebal Halaman                     : 352 halaman
ISBN                                    : 9789792243772


Siapa sih yang nggak bakalan melonjak-lonjak kegirangan kalau ditawari liburan musim panas di Paris tanpa orangtua selama dua minggu?


Itu juga yang dilakukan Fay Regina Wiranata--yang baru saja naik ke kelas 3 SMA--ketika orangtuanya memberitahukan bahwa dia sudah didaftarkan kursus bahasa Prancis selama dua minggu di Paris.

Namun, setelah menginjakkan kaki di kota Paris, kegembiraan Fay berubah seketika; ia diculik oleh seorang pria yang memintanya berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia bernama Seena. Sejak itu, Fay menjalani kehidupan ganda selama dua minggu: kursus bahasa pada pagi hari dan latihan menjadi Seena pada sore hari.

Masalah mulai muncul ketika Fay jatuh cinta pada Kent, seorang pemuda asal Inggris yang juga keponakan si penculik. Hidup Fay juga makin runyam ketika muncul Reno, teman kursusnya yang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Kent.

Seperti apa hubungan Fay dengan Kent? Apa yang terjadi saat Fay melakukan tugasnya berperan sebagai Seena? Apa sebenarnya yang diinginkan oleh penculiknya?


***

Eiffel, Tolong! merupakan salah satu novel yang mengantarku suka membaca novel. Aku suka banget sama cerita Fay dan aku nggak menyangka kehidupan Fay akan serumit ini. Oke, jadi sebenarnya aku membaca novel ini karena tuntutan. Iya, actually I am one of twitter administrator at @McGallaghanFams. So, I have to re read this book because many thing I couldn't remember precisely. Jadi, akhirnya aku baca lagi novel ini dan lagi-lagi aku tidak kecewa.

Satu hal yang aku kagumi dari Clio Freya adalah idenya yang luar biasa. Jarang banget penulis teenlit yang mengangkat tema agen rahasia seperti yang dilakukan oleh Kak Clio. Biasanya, teenlit hanya sekadar membahas kehidupan anak SMA yang disertai dendam dan lainnya. Tapi tidak dengan Kak Clio. Kak Clio mencoba untuk memberikan cerita baru. I do like the adventure and the romance itself. 

Bermula dari perjalanan Fay ke Paris untuk menjalani kursus bahasa. Sebenarnya, Fay akan pergi bersama mamanya. Sayang, tugas mamanya dipindah ke Brazil. Jadilah Fay pergi ke Paris sendirian. Sebuah kesempatan yang menyenangkan tentunya. Akan tetapi, di hari pertamanya di Paris, Fay malah diculik oleh seseorang bernama Andrew. Andrew meminta Fay untuk berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia yang ternyata wajahnya sangat mirip dengan Fay. Fay yang tidak memiliki pilihan apa-apa, terpaksa menjalani berbagai latihan yang kalau dipikir-pikir, sedikit membuatnya sakit hati, baik secara mental dan fisik. 
Apa kira-kira reaksi Mama kalau tahu gue diculik di hari pertama, digebukin di hari kedua, dan ditendang di hari ketiga?
Masalah muncul saat Andrew mengenalkan Kent pada Fay. Kent, seorang pemuda asal Inggris yang begitu tampan dan sangat memikat. Tentunya, Fay berharap bahwa tindak-tanduk Kent akan sama seperti penampilannya. Sayangnya, tidak demikian. Kent malah menyusahkan Fay pada saat latihan. Fay sempat mengutuki dirinya karena masih saja melayang-layang meskipun Kent begitu menyebalkan.

Sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh Fay untuk Kent, membuat hati Kent terketuk. Ia tidak menyangka ada orang yang mau melindungi kesalahannya. Sejak saat itu, perasaan cinta mulai tumbuh di hati Kent. Begitu pula dengan Fay. Keduanya sama-sama merasakannya. Sayangnya, campur tangan Andrew membuat Kent harus mundur.
"Buang jauh-jauh semua pikiran tentang Fay. Bagi kamu, dia tidak nyata. Jadi apapun yang kamu rasakan, tidak boleh ada."
"Ini tidak masuk akal, bahkan untuk mencitai saja aku tidak punya hak!" 
Ia sangat mencintai Fay, amat sangat mencintainya, hingga ia tidak boleh melibatkan Fay dalam hidupnya.
Selain itu, ada pula teman sekelas Fay bernama Reno. Kenyataannya, Reno bukanlah sekadar orang biasa. 

Semua saling terkait dan semuanya seolah-olah telah diatur oleh Andrew. Andrew bergerak selayaknya Tuhan. Apapun yang dilakukan oleh Fay, Kent, dan Reno seperti sudah diatur oleh Andrew. Dan Andrew bisa melakukan apapun untuk membuat hal-hal yang berada di luar kendalinya, masuk menjadi kendalinya lagi.

Source: here, edited by me
It's complicated.

Agen rahasia gila yang dipimpin oleh orang gila. Cerita ini benar-benar berbeda dari novel teenlit biasanya. Aku salut dengan Kak Clio yang berhasil meramu cerita ini dengan baik. Logikanya pun tersampaikan dan memang sudah dipersiapkan matang-matang. Deskripsi Paris di novel ini pun tergambar apik dan tidak membuat bingung. Semuanya pas.

Sejak awal, novel ini memang merupakan novel yang akan dibuat trilogi. Jadi, jelas banget kalau akhir kisah Fay tidak akan berada di buku pertama ini. Tentunya, banyak orang yang akan menanyakan bagaimana kisah Fay selanjutnya. 

Kekurangan novel ini, terutama di cetakan awal-awal adalah kavernya. Ampun, deh. Itu kaver nggak menarik banget untuk dilihat. Kalau semisal waktu dulu aku nggak membaca sinopsisnya, aku pasti nggak bakal mau baca novelnya. Kavernya bikin drop langsung. Syukurlah novel hasil cetak ulang kavernya jadi lebih cantik. Bahkan, memiliki tema yang sama dengan buku kedua dan ketiga. Yeay.

Nah, jadi, kalau ada yang mencari novel teenlit yang nggak biasa, bisa banget baca Eiffel, Tolong! I swear you, you would not regret it!

--

0 comments:

Ayuning,

Interlude by Windry Ramadhina | Book Review

Saturday, June 11, 2016 Puji P. Rahayu 2 Comments

Interlude
"Jangan pernah pergi dari sisiku, oke? Selamanya.Aku juga tidak akan behenti jadi lautmu. Selamanya."--Kai Risjad.

By Windry Ramadhina

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting                         : Gita Romadhona dan Ayuning
Proofreader                        : Widyawati Oktavia
Penata Letak                       : Gita Ramayudha
Desain dan Ilustrasi Kaver : Levina Lesmana
Penerbit                               : Gagasmedia
Kota Terbit                          : Jakarta
Tahun Terbit                        : 2014
Tebal Halaman                    : 380 halaman
ISBN                                   : 9789797807221

Hanna,

listen.
Don’t cry, don’t cry.
The world is envy.
You’re too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak. Kemarilah, aku akan menjagamu, asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.

“Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang.” Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku.

Aku tidak selamanya berengsek. Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?

Kilat rasa tak percaya dalam matamu, membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri. Tapi, sungguh, aku mencintaimu, merindukan manis bibirmu.

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu? Hatiku baru saja patah….


***

Seperti apa yang telah dinyatakan oleh Windry Ramadhina, Interlude merupakan novel yang berbeda dari novel-novelnya sebelumnya. Istilahnya, lebih dewasa gitu kali, ya (?). Aku nggak tahu harus ngegambarinnya kayak apa. Yang pasti, aku sudah jatuh cinta dengan Interlude sejak membacanya pertama kali.

Hanna, seorang mahasiswi jurnalistik yang punya masa lalu kelam. Karena masa lalunya itu, Hanna merasa dirinya tidak berguna lagi. Bahkan, terkadang ia ingin menjadi buih yang akan hilang ditelan gelombang laut. Layaknya cerita si Putri Duyung kecil.
"Aku ingin seperti dia. Terkadang, saat tidak tahan lagi dengan semua ini, aku berharap bisa membenamkan diri di laut dan tidak muncul lagi ke permukaan." -- Hanna.
Kai Risjad, seorang pemuda yang kehilangan tujuan hidupnya. Masalah keluarganya yang cukup pelik membuatnya pesimis akan hidup. Kuliah ia tinggalkan. Bermain band pun karena ia mau bukan karena passion. Bermain perempuan juga jadi salah satu hal yang ia lakukan.

Hanna dan Kai. Dua orang yang sama-sama tidak sempurna. Dua orang yang punya celah di diri masing-masing. Bertemu di atap apartemen. Membuat keduanya sadar, "dia menarik." Menarik dengan cara mereka sendiri. Pertemuan-pertemuan mereka yang sederhana dan juga rasa ingin tahu dari masing-masing pihak, membuat mereka pada akhirnya jatuh cinta. Tapi, masa lalu yang dibawa, tetap menjadi batu sandungan bagi hubungan mereka.

Aku suka cerita ini. Ceritanya begitu rapi dan alurnya mengalir dengan lancar. Cerita Hanna dan Kai bagiku seperti cerita yang manis. Pasangan yang manis tapi tidak sampai membuatku ngilu. Karakter mereka menarik. Menurutku, mereka saling melengkapi dengan cara mereka sendiri.
"Kalau begitu, biar aku jadi lautmu. Aku akan membantumu meluruhkan semua cela itu." -- Kai.
Hanna dan Kai mencoba saling menyembuhkan satu sama lain. Meskipun mereka tahu, mereka bukan orang biasa. Mereka penuh luka dan penuh dosa. Tetapi, akhirnya mereka mengerti, bahwa mereka memiliki jalan mereka sendiri.

Akhir yang manis waktu membaca cerita ini. Interlude membuat aku tersenyum sendiri. Sepertinya, aku terlanjur jatuh cinta pada Kai--I am sorry. I just couldn't handle to fall for a bad boy like Kai. Aku menyukai karakter sok tapi manis seperti Kai. Eits, ini masalah selera aja sih.

Selain Kai dan Hanna, novel ini juga membahas hubungan antara Jun, Gitta, dan Ian. Mereka adalah anggota Second Day Charm--band yang  juga digeluti oleh Kai. Menurutku, komposisi cerita di Interlude sudah pas. Aku saja sampai bingung mau bilang apa waktu baca ini. Saking bagusnya, aku tak bisa berkata apa-apa. Puas banget bacanya.

Apalagi, kaver Interlude itu menarik. Beda dari kaver novel gagasmedia sebelum-sebelumnya. Terlihat misterius dan sempat membuatku bertanya-tanya, kira-kira novel ini tentang apa, ya? Akhirnya, rasa penasaranku terjawab dan aku sama sekali tidak kecewa.
Source: here. edited by me
Tetapi, bagaimanapun pasti ada hal yang kukeluhkan dari novel cantik ini. Aku agak tidak setuju dengan deskripsi kepintaran Kai. Sebagai orang yang berada di satu kamar yang sama dengan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, aku tahu IPK sempurna di fakultas bermakara merah itu sangat sulit dapat. Bahkan, mendapat IPK di atas 3.5 saja susahnya minta ampun. Temenku aja mengais-ngais nilai biar tetap cumlaude. Jadi, agak kurang nyata aja kalau IPK Kai bisa sampai 4. Bahkan, kakak tingkatku yang peraih IPK tertinggi di FH UI saja, IPKnya berkisar di angka 3.8.

Sudah-sudah. Sepertinya demikian saja yang bisa aku ungkapkan soal Kai dan Hanna. Aku suka kisah mereka dan aku siap untuk baca lagi dan lagi. Kalau kamu suka cerita yang ringan dan menyentuh, Hanna dan Kai bisa jadi teman baik kalian.


2 comments: