Aoyama Gosho,

Detektif Conan Volume 77 by Aoyama Gosho | Manga Review

Friday, April 29, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Detektif Conan Volume 77
“Seorang juru kamera yang bekerja di bidang pemberitaan seharusnya nggak pernah lupa membawa kamera ke mana pun untuk mengabadikan kejadian yang bisa menjadi berita. Karena kamera modal seorang juru kamera.

By Gosho Aoyama


4 for 5 stars

Source: goodreads.com
Penerjemah        : M.
Editor                 : Binarti
Jumlah halaman : 184 halaman
Penerbit              : Elex Media Komputindo
Tahun terbit        : 2014
Harga                  : Rp18.000,- di Toko TM Bookstore, Depok Town Square.


Kantor kepolisian metropolitan guncang! Bagaimana nasib Detektif Takagi yang diculik!? Lalu, apa tujuan sebenarnya dari Toru Amuro, Subaru Okiya dan Masumi Sera yang selalu saja terlibat dalam berbagai kasus yang dihadapi oleh Conan dan kawan-kawan!? 


Temukanlah akhir dari kasus kiriman hadiah dari Detektif Takagi, kasus gelembung, uap dan asap, kasus Yusaku Kudo yang belum terselesaikan, serta kasus bayangan.


***
Lagi-lagi, aku membeli volume dari Detektif Conan. Waktu itu, aku iseng jalan-jalan ke TM Bookstore dan akhirnya memutuskan untuk menambah satu volume lagi untuk koleksi Detektif Conan yang kupunya.
"Lebih dari itu daerah pribadiku. Kamu tidak boleh masuk."
Di volume 77 ini, terdapat empat cerita. Tiga kasus lengkap dan satu penyelesaian kasus. Pertama, Aoyama menceritakan akhir dari kasus penculikan Detektif Takagi. Awalnya, semua petugas kepolisian merasa putus asa karena tidak kunjung mengetahui dimana Takagi disekap. Akhirnya, dengan analisis yang diucapkan Conan sepeti biasa, tempat Takagi pun berhasil ditemukan. Tentunya, bagian ini merupakan bagian dari kisah cinta Takagi-Sato. Kedua, kasus tentang gelembung, uap, dan asap. Menurutku kasus yang ini cukup unik. Conan berhasil ikut dalam penyelidikan sebagai Conan. Dia juga nggak menggunakan jarum bius dan alat pengubah suara untuk memecahkan kasus ini. Ia hanya mengandalkan Takagi.
"Ini bukan pembunuhan kok. Percaya saja. Yusako Kudo yang menjamin."
Source: google, edited by me
Ketiga, kasus misterius yang pernah ditangani oleh Yusako Kudo. Seneng juga akhirnya bisa ngelihat Ayahnya Conan lagi. Mengisahkan tentang penemuan mayat dengan simbol rahasia yang tersemat di dekat TKP. Tentunya, Conan dan Sera berusaha mencari tahu apa arti dari simbol tersebut. Sedangkan kasus terakhir, membuat Ai Haibara harus kembali ke wujud aslinya untuk menolong para detektif cilik.


Ceritanya cukup seru untuk volume ini. Tapi aku merasa kasus tentang gelembung, uap, dan asap itu terlalu panjang. Penyelesainnya juga agak melelahkan. Selain itu, semuanya baik-baik saja. Aku malah jasi semangat soalnya tokoh-tokh yang mencurigakan pada keluar semua.

Oh, ya. Untuk kavernya, hemm, itu pantai apa ya kira-kira? Atau lautan apa yaa? Menurutku, kurang eye ctaching sih. Kalau untuk keyhole, baiklah. Memang di volume ini berhubungan dengan Wataru Date, senior Detektif Takagi.  Sepertinya, warna biru ini juga mendominasi warna kaver series Conan akhir-akhir ini. Wooow.

Di volume ini, cukup banyak tokoh-tokoh mencurigakan yang bersliweran. Mulai dari Toru Amuro, Subaru Okiya, dan Masumi Sera. Sempat juga Inspektur Yamamoto muncul dan seperti biasa, melakukan banyak hal-hal aneh :". Dari keempat kasus yang ada, sepertinya kasus yang cukup menarik adalah kasus misterius penemuan mayat dan simbol yang tertinggal.

Yayaya. Semoga aku bisa mereview lebih banyak lagi untuk conan series ini. Hihi :) Sekian dariku untuk kali ini.

--
Depok, 29 April 2016

0 comments:

Not Just a Random Girl,

Must Date the Playboy by Notjustarandomgirl | Book Review

Wednesday, April 20, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Must Date the Playboy
“... Remember that in life, you have to be selfless too. You have to think of the other person's feeling first before your own because you will never gain real happiness unless the other party is happy as well.”

By Notjustarandomgirl

4.5 for 5 stars

Publisher         : Summit Publishing
Year                 : February, 2014


Victoria “Tori” Peige is ensconced in a glittering world of wealth and glamour. But she sees herself as someone more suited in a supporting role: a bookworm and a shadow to her sun-kissed best friend and high school queen bee, Chloe.

That’s why Zachary Anderson, the hot, notorious playboy, has his eyes fixed only on Chloe until Tori approaches him with a proposition.

“I know I’m not the type of girl that you usually go out with. I’m not sexy, I’m not attractive and I’m no fun. I’m plain and boring with no charm at all. The only thing good about me is probably my brain, which everyone also finds boring. But I must ask you this… Mr. Zachary Anderson, can I be your girlfriend?"

How long can you fake being in love before it turns into the real thing? Tori and Zach are about to find out.

***

Yeah, I would like make some confession. I read this book on wattpad. But, I know that this book has been published too. Despite that this story is really cliche, I still do like Tori and Zach. When I red this, I could feel the emotion. Of course I reread this book because I am a little bit forget about the story. Then, I just couldn't understand with the third book.

"I'm still here aren't I? I don't know about you, but I am staying."--Tori.
"I'll stay Zach. Unless you say otherwise."--Tori. 

The first time I look this cover of book in wattpad, I am so excited. Why? Because, Shorty could clearly catch my attention. Moreover, the cover looks so simple and mysterious. The blurb so interesting and I just couldn't help my self to read all of the story. Sadly, if I look the cover for the published book, it's just out of my expectation. Too much childish if I could say about the cover. I don't know, but the cover couldn't catch my attention like what the cover on wattpad do.

"Don't give up. Don't give up on me."--Zach. 
"I am a very possessive guy. I hate the fact that everyone is just looking at you as we enter a room like you're available. I don't share, Tori."--Zach. 

 The story begin with the story about Zach that always messing Chloe's relationship. Tori, bestfriend of Chloe, of course feel annoyance with what happen with Chloe's relationship. With information that given by Nathan, Tori try to confront Zach and decided to be Zach's girlfriend. Tori would like to make Zach busy so he can't mess up with Chloe. First of all, they relationship full of surprise. Zach started to tease Tori with all of his stupid playboy plan. Until one day, two of them realize that they like each other. Unfortunately, all of the lie from the beginning their relationship begin ruin everything between them.

In the story, there are some character that have their own role. Of course, all of the character have their ultimate role. There is Chloe, Nathan--another Tori and Chloe's bestfriend, James, River, Boris, and Sonia.
Somehow, you have to learn accept things and ready yourself to move on, because the world will not stop for your grieves and problems.
From the story, honestly I really like Zach. He is kind of bad boy that can be a gentleman. He is really charming and I could imagine that he do care with the one he love. Just like Tori. I love her attitude and also the cuteness of her. I like the way Shorty execute this story. I don't get bored when I read this. May be, I just couldn't help my self because I do really like cliche romance.

Ahh, all I want to say is, this novel is really a good romance novel. I like the story because the plot is very neat and well-planned. Uh oh, I just couldn't stop my self to giggling over the second and third book.

--
Depok, 20 April 2016
01.48 AM


0 comments:

Ally Jane,

Unspeakable Love by Ally Jane dan Kuro Hime | Book Review

Wednesday, April 20, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Unspeakable Love
“There's no reason to hurt someone you love. He hurt me, too many times. Then he doesn't love me. Enough,”—Clara.

By Ally Jane dan Kuro Hime

2.5 of 5 stars

Editor                    : Pradita Seti Rahayu
Penerbit                : Elex Media Komputindo
Tebal halaman      : 168 halaman
Tahun terbit          : 2014
ISBN                    : 9786020246642

Should I tell you that I love you? 

Or it gonna be an unspeakable love? 

Kiera dan Clara adalah dua sahabat yang sama-sama memendam rasa pada cowok impian. Ya, cinta terselubung judulnya. Kiera pada Rado, Ce El--panggilan akrab Clara--pada Uzie. Mereka berempat setiap hari berada di dalam ruang yang sama, yakni di kelas akselerasi di sebuah SMP favorit.

Bertahun-tahun memendam rasa, Kiera dan Clara tergoda untuk mengungkapkannya. Tapi, Ce El harus memupuskan harapan karena Uzie pergi untuk waktu yang sangat lama. Ce El menyesal.

Apa Kiera siap mengatakannya pada Rado?
Atau ia akan menyesal juga karena tak pernah mengungkapkannya?

Bahkan Pangeran Pelangi itu bertanya padaku, siapakah yang sedang mengisi hati ini, tanpa tahu bahwa jawabannya adalah ... dia.

***


Teen Spirit merupakan salah satu jenis genre yang disediakan oleh Elex Media Komputindo. Novel bergenre teen spirit tentunya disesuaikan bagi anak-anak berumur remaja. As in literally teen. Tak heran kalau Unspeakable Love mengambil tema percintaan di kalangan anak SMP. Faktor bahwa penulisnya masih duduk di bangku SMP membuat karakteristik dari novel ini cukup kuat.

Baiklah. Aku mungkin hanya gadis remaja bodoh yang tidak punya keberanian untuk mengungkapkan yang sudah kupendalam selama tiga tahun terakhir ini.
Dari segi kaver, aku suka konsepnya. Menyandang status sebagai novel bergenre teen spirit, tentunya membuah novel dengan kaver kelinci kecil berwarna putih. Warna kaver yang dipilih menurutku juga menarik. Sebenarnya, konsep kaver yang ditawarkan sudah cukup mewakili tentang isi cerita. Tentang cinta yang tak dapat diucapkan. Lalu, ada pula sebuah cahaya kecil yang dilihat oleh si kelinci putih. Menandakan kalau memang ada harapan yang tersisa bagaimana pun bentuknya. Sedangkan, untuk layout novelnya, aku rasa terlalu ramai. Dalam artian, gambar-gambar hati di dalamnya sedikit menganggu saat dibaca. Apalagi warna kertasnya pun digelapkan. Aku jadi merasa kurang nyaman saat membacanya.

Unspeakable Love merupakan satu novel yang ditulis oleh dua penulis. Di dalam novel ini terdapat tiga bagian. Bagian pertama menceritakan kisah dari sudut pandang Kiera; Bagian kedua dari sudut pandang Clara; dan bagian ketiga merupakan bonus cerita pendek.

Source: here, edited by me
Inti dari ketiga cerita tersebut sebenarnya sama. Sang tokoh utama enggan untuk mengungkapkan perasaannya pada orang yang ia sukai. Kiera yang memendam rasa pada Rado tidak pernah mau untuk mengungkapkan perasannya. Meskipun berkali-kali sahabatnya, Clara, mendorong Kiera untuk jujur, nyatanya Kiera tetap enggan. Sampai suatu kejadian membuat Kiera akhirnya berani menyatakan perasaannya. 

Di lain sisi, Clara pun memiliki masalah yang sama. Sayangnya, nasib Clara tak seberuntung Kiera. Uzie, orang yang disukai Clara, harus pergi untuk waktu yang lama. Clara pun patah hati dan berusaha move on. Saat itulah, muncul sosok lain yang selalu bersliweran di kehidupan Clara. 

Konsep yang disajikan oleh Unspeakble Love sebenarnya cukup menarik. Mengambil kisah dua sahabat yang memiliki masalah serupa. Penulisan novel ini sepertinya dilakukan secara terpisah. Sehingga, aku sangat menghargai usaha Ally Jane dan Kuro Hime dalam menyatukan kisah Kiera dan Clara. Sayangnya, menurutku alur dari cerita ini terlalu lambat. Bahkan, ada beberapa bagian yang terkesan lompat-lompat dan tidak runtut. Otomatis, hal ini membuatku sedikit bingung saat membacanya.

Selain itu, aku juga menemukan perbedaan karakter dari Clara. Di cerita dari sudut pandang Kiera, sikap Clara jauh berbeda dari cerita dari sudut pandang Clara. I found some missing link here. Setelah itu, entah bagaimana ceritanya, pengaruh media sosial di cerita ini masih begitu kental. Aku merasa tidak nyaman sih bacanya. Bagaimana pun, agak tidak masuk akal aja ada orang yang mengekspresikan seluruh perasaannya di media sosial. 

Dan ... aku bahagia. Sangat bahagia.
Meskipun masih banyak kekurangan di sana sini, aku sangat mengapresiasi usaha kedua penulis untuk menuliskan kisah ini secara utuh. Mereka berhasil merangkai satu cerita yang bersinggungan. Sayangnya, novel ini not my cup of tea.  Tapi mungkin, untuk sekadar bacaan santai, novel ini dapat dibaca. Lumayan, nostalgia zaman SMP yang masih alay.

--
Depok, 20 April 2016
12.46 AM


0 comments:

Cara Lockwood,

Dixieland Sushi by Cara Lockwood | Book Review

Sunday, April 10, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Dixieland Sushi
"Aku dan Bubba tidak bisa lebih bangga lagi padamu. Apa pun yang kau lakukan pastilah hal yang tepat untukmu."--Vivien Nakamura

By Cara Lockwood
2 of 5 stars

Source: here
Penerjemah       : Shandy Tan
Penerbit             : Elex Media Komputindo
Jumlah halaman : 312 halaman
Tahun terbit       : Februari 2013
ISBN                  : 9786020204765

Ketika pindah ke utara untuk menjadi produser sebuah acara televisi populer di Chicago, Jen Nakamura Taylor mengira dia telah meninggalkan masa lalunya yang canggung karena tumbuh sebagai keturunan blasteran Jepang dan kulit putih di sebuah kota kecil daerah Selatan. 

Sampai dia menerima kabar dari kampung halaman bahwa sepupunya yang cantik akan menikah dengan Kevin Peterson, pria yang selama bertahun-tahun sangat dicintai Jen. 

Jen sadar dia tidak bisa selamanya melarikan diri dari masa lalu. Kabar itu bukan hanya membangkitkan kenangan menyesakkan,tapi sekarang Jen yang lajang dan sangat sibuk, terpaksa harus mencari pasangan untuk menghadiri pernikahan sepupunya. 

Sementara itu, Riley-pria Inggris ganteng yang menjadi teman kantor Jen-kelihatannya bisa menjadi `pasangan` yang cocok. Bahkan pacar Riley pun menganggapnya sebagai ide bagus. Selama perjalanan menuju Dixieland, tanpa disangka, suatu percikan mulai terasa di antara keduanya. 

Belum lagi, ternyata Kevin Peterson yang telah dewasa tetap saja menawan! Di tengah-tengah situasi rumit, Jen toh pada akhirnya harus belajar mencintai silsilah, kehidupan cinta, bahkan dirinya sendiri.

***

Huah, akhirnya aku baca contemporary romance lagi. Sayangnya, kenapa sih aku selalu baca novel bergenre ini yang akhirnya tidak bisa jadi seleraku? Huhu. 

Bermula dari kisah Jen Nakamura Taylor yang sedang meniti karir sebagai produser televisi di daerah utara, Dilahirkan sebagai blasteran Jepang, membuat Jen mengalami masa-masa sulit waktu kecil. Ia pun sulit mendapatkan pujaan hatinya karena keadaan itu. Di saat ia mengira hidupnya sudah sempurna, tiba-tiba saja Jen disuruh pulang kembali ke selatan karena sepupunya, Lucy, akan menikah. Yang membuat Jen sama sekali enggan untuk datang adalah kenyataan bahwa calon suami Lucy merupakan pujaan Jen waktu sekolah dulu, Kevin Paterson. Di tengah-tengah keenganan itu, Ibu Jen, Vivien, terus memaksa Jen untuk datang. Karena tidak ingin merasa malu di hadapan Kevin, Jen memutuskan untuk mencari orang yang dapat menjadi pasangannya dan menemaninya selama prosesi pernikahan Lucy dan Kevin. Akhirnya, pilihan Jen jatuh pada Riley, teman sekantornya yang sudah punya pacar.

Jepang. Sushi. Diskriminasi. Kurang percaya diri. Not Asia-sentris.

Sebenarnya, aku merasa lelah membaca novel ini. Bukannya, apa-apa. Kok, kesannya Jen nggak bangga ya dengan kondisinya sebagai setengah Asia. Adaaa aja, keluhannya. Tentunya, aku sebagai orang Asia merasa kayak... errr... kesel aja gituuu.

Menurutku, ide ceritanya bagus sih. Dikatakan kalau Jen itu orangnya sangat-sangat pekerja keras. Ia rela menghabiskan waktunya demi pekerjaannya. Tapii, menurutku...kalau ini dibilang sebagai contemporary romance, I couldn't find the romance one... Kisah Jen dan Riley kurang tereksplor di sini. Iya sih, cerita perjalanan mereka udah panjang, tapi sayangnya, aku tidak bisa merasakan chemistry di antara keduanya. 

Ahh, berhubung penulisnya cinta banget sama Mr. Miyagi, aku tidak bisa lagi mengatakan apa-apa. Padahal, quote-nya jadi agak aneh gitu. Hahah. Ohh, iya. mungkin ini efek terjemahan kali ya, jadinya waktu aku baca novel ini sangat-sangat membosankan. Huhu. Aku nggak bisa enak gitu bacanya. *deuh, Maafkan.

Sorry to say, aku nggak terlalu suka sama novel ini. Banyak banget keanehan di dalamnya, dan sebenarnya, aku udah ilfeel dari awal sejak adegan sepatu roda.

--

Minggu, 10 April 2016
04.32 PM
Puji P. Rahayu

0 comments:

Aoyama Gosho,

Detektif Conan Volume 80 by Aoyama Gosho | Manga Review

Sunday, April 10, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Detektif Conan Volume 80
"Situasi yang sudah diperkirakan lebih dulu...itulah yang disebut "langkah yang sudah disiapkan"."--Conan Edogawa

By Aoyama Gosho

4 of 5 stars
Source: here
Penulis              : Gosho Aoyama
Penerjemah       : M.
Editor                : Binarti
Penerbit             : Elex Media Komputindo
Tahun terbit       : 2014
ISBN                 : 9786020250687

Analisis luar biasa dari duo detektif, Conan dan Heiji, berhasil menutup kasus rencana pembunuhan yang disusun oleh Vampir!
Inilah kebenaran mengejutkan yang tersembunyi di balik lumuran darah!
Temukan juga dalam buku ini kasus truk kontainer bependingin yang membuat Ai berada dalam bahaya (atau kesulitan?!),
Kasus buah-buahan yang hampir mengungkap masa lalu Sera dan kasus trik surat wasiat yang mempertemukan kembali Yumi dengan kekasihnya!

Yeay. Akhirnya aku baca Conan lagi. Sebenarnya, kemarin aku berniat untuk membeli Detektif Conan volume 5. Tapi, sayang sekali di dua toko buku berbeda keduanya tidak ada :(. Huhu. Jadinya, aku membeli urutan mundur dari komik yang sudah aku punya. Volume 80 pun akhirnya berada di tangan.

Nahh, sebelum aku bercuap-cuap, aku mau berpendapat soal penampilan dari volume kali ini. Entah mengapa, aku kok merasa banyak banget ya volume Conan yang berwarna cokelat. Cokelat dan variannya itu banyak banget deh. Heuheu. Tema yang diangkat menarik sih. Tentang permainan shogi dengan Conan yang memakai pakaian pemain Shogi. Untuk keyholenya pun, terpampang wajah Shukichi Haneda, mantan pacar Yumi--si polisi lalu lintas.

Sekarang, aku akan masuk ke segi cerita. Oke, di volume kali ini, ada tiga kasus lengkap. Sedangkan dua lainnya hanya ada setengah. Kasus yang tinggal penyelesainnya adalah kasus pembunuhan Vampir. Aku agak lupa cerita detailnya. Hehe. Yang pasti, di kasus ini melibatkan Hatori dan Conan. Kasus kedua yang muncul adalah tentang petualangan Conan dan Detektif Cilik di dalam truk kontainer. Awalnya, mereka berniat untuk mengambil kapten--kucing yang sering singgah di Kafe Poirot. Sayangnya, mereka malah terjebak di dalam truk dan menemukan sesosok mayat yang sengaja disembunyikan. Kasus ketiga mengenai kompetisi memasak. Dalam kasus ini, muncullah Sera yang akhirnya dapat menyelesesaikan kasus bersama Conan. Keempat, kasus ditemukannya mayat di sebuah apartemen. Di kasus ini, muncul Yumi, Nae, dan Sakurako. Ternyata, di kasus ini jugalah Shukichi--mantan pacar Yumi--muncul. Sedangkan kasus terakhir adalah kasus pembunuhan seorang capet pada festival hanami,

Fyuuuhh. Panjang juga. Aku baru sadar lho kalau komik Detektif Conan itu per volumenye sangat padat. Bahkan bisa terdiri dari tiga kasus yang selesai. Bila aku membandingkan kecepatanku dalam membaca Conan dengan Black Butler, akan sangat jauh berbeda hasilnya. Aku membaca satu volume Black Butler tidak menghabiskan waktu lama. Bahkan, bisa dibilang sebentar. Sedangkan, untuk Conan akan lain ceritanya.

Source: here
Di volume ini, yang cukup menyita perhatianku adalah kemunculan Amuro di kasus kontainer. Padahal kan dia beneran menemukan pesan yang dibuat sama Conan, tapi kenapa dia berbohong, ya? Hahah. Yaa, meskipun aku tahu di volume sesudahnya, identitas Amuro sudah terungkap.

Hemm. Pokoknya aku suka banget deh sama Conan. Kalau ada yang mau ngasih aku seluruh volume Conan, mungkin aku akan sujud syukur. Heuheu.

Yap yap. Sekian review untuk Conan volume 80. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Kalian penggemar Conan? Harus baca semua volumenya deh. Hoho.

--
Minggu, 10 April 2016
03.36 PM
Puji P. Rahayu

0 comments:

Black Butler Series,

Black Butler Volume 22 by Yana Toboso | Manga Review

Saturday, April 09, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Black Butler Volume 22

"Jangan lupa, lho. Mulai Sekarang, anggaplah semua orang sebagai musuh yang ingin memanfaatkanmu. Termasuk aku. Dan kau juga harus memanfaatkan semua orang untuk masa depan yang kau harapkan."--Ciel Panthomive.

By Yana Toboso

4 of 5 Stars

Source: here
Penerjemah          : Mustika Maria
Editor                   : Fitri A.
Penerbit               : Elex Media Komputindo
Tebal Halaman    : 184 halaman
Tahun terbit         : Maret 2016
ISBN                   : 9786020282527

Aah...Kasihan tuan muda.

Sebastian dan Ciel yang berhasil meloloskan diri dari 'lembah serigala' dan berlindung di kediaman Diedrich, teman almarhum ayah Ciel. Di sana, Diedrich bercerita tentang perkataan dan tindakan Undertaker yang aneh. Terantuk pada masa lalu yang kecil, mata hijau kekuningan sang dewa kematian yang telah membuang segalanya itu pun menjadi kabur.

Inilah komik tentang butler yang paling mengancam sedunia dipersembahkan untuk anda...

Duniaku semuanya abu-abu

Salah satu komik yang aku ikuti perkembangannya adalah Black Butler. Mengapa? Aku nggak tahu juga. Sejak awal aku baca Black Butler, aku sudah terpincut dan aku bertekad untuk membaca keseluruhan dari komik ini. Yaa, meskipun luama banget munculnya. Heuheu.

Oke, dari segi penampilan, aku suka banget sama kaver-kaver Black Butler. Konsepnya bagus dan berasa beneran lihat Inggris zaman kuno. Hehe. Pokoknya aku suka desain kavernyaaa. Dari volume 1 sampai sekarang, tidak mengecewakan.

Di volume kali ini, lebih banyak membahas tentang upaya Sullivan dan butlernya, Wolfram, untuk bisa bersikap layak untuk bertemu dengan Ratu Victoria. Tentunya, pelajaran tata krama dan etika ini diajarkan oleh Sebastian. Di tengah-tengah usaha Sebastian. muncullah Lizzie yang akhirnya memaksa Ciel untuk ikut berlatih. Tapi, sebelum Ciel dan kawan-kawan kembali ke Inggris, sewaktu di Jerman, Ciel dan kawan-kawan bermalam di rumah Diedrich. Di situlah Diedrich menceritakan pertemuannya dengan Undertaker. Perkataan Undertaker memberikan pertanyaan tersendiri bagi Ciel dan Sebastian.

Earl Phantomive masih ada.

Ahh. Ternyata Undertaker memiliki peranan penting dalam novel ini. Aku merasa ada hal yang disembunyikan oleh Dewa Kematian ini. Aku jadi penasaran gimana sih kematiannya orang tua Ciel. Terlalu banyak rahasia deh. Hemm. Aku merasa kalau cerita ini tidak akan sesederhana perjanjian antara Ciel dan sang iblis, Sebastian. Aku yakin masih ada hal-hal lain yang belum diceritakan. 

Pokoknya, aku jadi  penasaran banget sama kelanjutan Black Butler. Yuklah yang mau baca. Kalian tidak akan menyesal. Hoo.

Ps. Aku selalu ngakak loh waktu baca komik ini. Adaaa aja sisi kocaknya. Hoho.

Nah, cukup sekian reviewku kali ini soal Black Butler volume 22.
Yang mau komik dengan tema nggak biasa, hayok lah baca komik ini.


0 comments:

Book Haul,

Maret 2016: Pre Order and Giveaway Winner | Book Haul

Friday, April 01, 2016 Puji P. Rahayu 0 Comments

Halo, apa kabar?

Kembali dengan cuap-cuapku tentang Book Haul di bulan Maret yang sedikit menyiksa ini. Heu. Iya. Kuliahku semakin unyu-unyu, jadi sulit banget buat sekadar pergi cari buku. Hehe. Oke, kali ini aku akan membahas buku apa aja yang aku dapet di bulan ini.

Book Haul #2
Nah, berbeda dari bulan lalu, di bulan ini aku hanya mendapat tambahan tiga koleksi baru. Heuhue. Nggak papa lah ya. Dari pada nggak ada sama sekali. Aku akan jelasin dari mana aja aku mendapat buku ini.

Aku mendapatkan novel ini dengan lumayan susah payah. Dalam artian, aku rela pre order dan terus mantengin website mizan dan lainnya. Heu. Saat pre order IEP pertama kali buka, banyak website yang langsung down. Aku sih sempet pesen lewat line@, tapi karena takut lama, akhirnya aku langsung buka website mizan dan akhirnya proses yang aku lewati nggak banyak-banyak amat. Yeay.

Awal tahu kalau akan ada pre order IEP adalah dari instagram pribadi Bunda Suri alias Dee Lestari sendiri. #15tahunSupernova akhirnya terbayar dengan hadirnya novel setebal 710 halaman ini. Kalau nggak salah, aku hanya butuh waktu tiga hari saja untuk menyelesaikannya. Yeay.

Kalau untuk novel yang ini, aku mendapatkannya dari giveaway. Yes, you heard it right. Waktu itu sebenarnya aku sekadar coba-coba untuk ikutan giveaway di blog yang aku ikuti. Eh, ternyata menang. Wooow. Ya sudah, alhasil aku berhasil mendapatkan novel ini. Hore!

Pertanyaan yang harus aku jawab kalau tidak salah seperti ini: "Negara mana yang ingin kamu kunjungi? Mengapa?"

Inti jawabanku, Belanda karena aku ingin melanjutkan studi di sana. So normatif sebenernya. Hehe

Beli karena ingin melengkapi seluruh volume. Sudah kusebutkan di awal, aku sangat-sangat ingin mengoleksi keseluruhan volumen Detektif Conan. Yaa, nyicil satu komik per bulan nggak akan jadi masalah dong pastinya. Hehe,

Wah, sepertinya sekian deh book haul kali ini. Berbeda dari bulan sebelumnya, buku-buku yang aku dapat di bulan ini semuanya first-hand. Hahaha. Semoga di bulan April ini, aku bisa membeli novel-novel lucu lagi. Hoho.


0 comments: