Gramedia Pustaka Utama,

First Girl by Luna Torashyngu | Book Review

Saturday, October 24, 2015 Puji P. Rahayu 0 Comments

First Girl

“Menjaga dan melindungi Tiara bukan hanya tugas, tapi juga kewajiban. Tiara telah jadi sahabat saya, dan saya kembali untuk menyelamatkan sahabat saya.”—Aster.

By Luna Torashyngu
3 for 5 stars

Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
Tebal halaman           : 280 halaman
Tahun terbit               : 2015, Cetakan pertama
ISBN                            : 978-602-03-1753-3

She has talent and she knows how to use it.

Tiara tadinya hanya remaja SMA biasa yang hobi hang-out sepulang sekolah, nongkrong dan jajan di kanti, juga sering ketiduran di kelas saat pelajaran berlangsung.

Tapi hidup Tiara berubah setelah ayahnya terpilih menjadi presiden. Sebagai anak presiden, Tiara mendapat fasilitas pengamanan ketat dari Pasuka Pengamanan Presiden (Paspampres). Sejak itu kebebasan Tiara seolah terenggut. Saat hang-out dia selalu dikawal. Sebelum jajan di kantin, makanannya dicipi lebih dahulu oleh pengawalnya. Dan yang bikin Tiara bête, dia nggak bebas lagi ngecengin cowok yang diincarnya.

Tiara protes. Dia berontak. Dan protesnya diterima. Tiara lalu mendapat pengawal pribadi yang seusia dengannya, bahkan jadi murid baru di kelasnya.

Namanya Aster, bukan remaja biasa, dan telah terlatih mengawal anak presiden.
Bisakah Tiara menerima Aster sebagai pengawal pribadinya? Dan mampukah Aster melindungi Tiara saat dia tahu ada pihak lain yang mengincar Tiara?

Review:
Hore. Akhirnya setelah mengumpulkan niat, aku berhasil menyelesaikan membaca novel setelah vakum beberapa bulan. Hiks. Dan aku memutuskan akan berusaha menulis review-nya. Oke, jadi novel yang kubaca ini adalah seri terbaru dari novel Kak Luna. Aku inget banget kalo novel ini terbit setelah ada Gathering Teenlit di Gramedia Central Park beberapa bulan yang lalu. Dan, seperti biasanya, tema yang diangkat nggak biasa. Ciri khas Kak Luna banget pokoknya.

Dyandra Sabilla atau Andra ditugaskan sebagai pengawal bagi putri presiden Indonesia, Tiara. Andra yang merupakan anggota dari unit Jathayu harus berusaha sebisa mungkin untuk menjaga keselamatan Tiara. Berkali-kali Andra atau lebih dikenal dengan nama sandi Aster, harus melanggar SOP karena pada akhirnya Andra merasa kalau Tiara bukan hanya sekadar paket untuknya. Andra bisa merasakan kalau persahabatan yang ditawarkan oleh Tiara membuatnya larut dan pada akhiranya. Andra menganggap Tiara sebagai sahabatnya.

Awalnya, masalah-masalah yang mengancam keselamatan Tiara bisa diatasi oleh Andra dan timnya. Akan tetapi, suatu kejadian membuat Andra dikeluarkan dari Jathayu. Tak berapa lama kemudian, Tiara diculik dan berhasil membuat gempar Istana.


Dan kelanjutannya, baca aja sendiri. Heuheu.

Ku suka dengan cerita ini. Banyak teka-tekinya. 

Tapi, waktu aku membaca novel ini, aku jadi teringat dengan novel Kak Luna sebelumnya, D’Angel: Princess. Garis besar ceritanya sama. Yakni, adanya seorang anak presiden yang dikawal oleh pasukan khusus dan berumur sebaya dengan si anak presiden.

Jadi, aku merasa kayak sama aja bacanya. Cuma, bedanya adalah kalau di First Love, pengawalnya dari Jatayu—unit khusus di bawah paspampres---sedangkan di D’Angel: Princess, pengawalnya adalah genoid.

Untungnya, aku masih tetep suka dengan model ceritanya Kak Luna. Yaa, meskipun ada garis besar cerita yang sama dengan novel sebelumnya.

Oke, pertama aku akan membahas sampulnya. Dari sampul sebenernya nggak mencerminkan sama sekali kalau ini bukan novel cinta-cintaan. Sebenernya, warnanya sih aku suka, cuma, gambarnya itu lhooo. Kenapa harus seorang remaja cewek biasa gitu? Jadinya kan menipu. Sama, aku merasa ada penurunan nih gambar-gambar covernya GPU. Sebagai contoh, aku lebih suka cover seri Mawar Merah yang lama. Sorry to say, Kak.

Jalan ceritanya, entah mengapa aku merasa ada yang aneh. Tidak sehalus biasanya. Entahlah. Aku juga nggak tahu kenapa merasa kayak gini. Apa karena faktor aku udah lama nggak baca karangan novel Kak Luna? Atau akunya yang keseringan baca International Relations Theory? Aku juga nggak tahu. Cuma, aku merasa nggak sepuas biasanya.

Tapi tetep sih, aku nggak bisa menebak apa yang terjadi. Heuheu. Nggak nyangka aja kalo ternyata Rio anaknya Bhaskoro. Meskipun bukan anak kandung, sih. Tapi tetep aja. Dan aku semacam mau ngakak, ini namanya mirip-mirip sama orang pemerintahan asli ya? Udah gitu, kerjaannya hampir sama lagi. Jadi, kayak baca kisah nyata gitu. Keren banget deh pokoknya.

Hemm, komentarku soal jalan cerita. Bagus tapi nggak smooth. Sama, aku tahu kok ini pasti bakal jadi trilogi atau tetralogi, jadi aku masih penasaran dengan misteri-misteri yang ada di buku ini. Kayak misalnya, organisasi MATA itu sebenernya apa.

Terus, soal tokoh favorit. Siapo yaa? Andra aja deh. Keren aja. Sekitaran umur 17 tahun, bisa bela diri, jago nembak, dan jalan pikiran tak tertebak. She has talent and she knows how to use it. Keren banget kamu, mah.

Tokoh ngeselin seumur hidup, tentu aja Kenanga. Surya juga deng. Apa sih yang ada di pikiran mereka berdua? Udah gitu yang Kenanga sengak setengah mati lagi. Geez.

Jadi, kesimpulannya aku masih penasaran dengan semuanya. Aku masih penasaran kenapa ada organisasi MATA. Siapa yang negebunuh Harry dan lainnya. Nasib Andra selanjutnya gimana. Kalau Bapaknya Tiara udah turun jabatan gimana. Dan lainnya. Banyak banget yang bikin penasaran. Nah, kayaknya aku bakal terus melanjutkan membaca seri ini dan akan segera beli *kalau punya uang* waktu lanjutannya udah mejeng di rak buku.

In my opinion, Kak Luna berhasil melakukan eksekusi pada cerita ini dengan cukup menarik dan selalu bikin penasaran sejuta umat. J


0 comments:

Adult,

All You Can Eat by Christian Simamora | Book Review

Saturday, May 09, 2015 Puji P. Rahayu 0 Comments

All You Can Eat
“Terkadang, yang tak bisa kamu lupakan adalah seseorang yang tak pernah bisa kamu miliki.”

By Christian Simamora
4 for 5 stars


Penerbit                      : Gagasmedia
Tebal halaman           : 455 halaman
Tahun terbit               : 2014, Cetakan keenam
ISBN                           : (10) 979-780-643-X


 
That man is just too good to be true. Just to delicious to resist.
‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’

Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu? Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada lagi yang bisa aku katakana kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

Review:
Aku tak akan bilang kalau novel ini punya jalan cerita yang mengejutkan. Maksudku, novel ini bagus karena ada hal yang membuatnya berbeda dengan novel lainnya. Baiklah, mari kita berkenalan dengan tokoh bikinan Abang Christian ini.

Namanya Jandro. Alejandro Putra Vimana. Pengusaha muda, tampan, dan kaya. Ia sudah berhasil di dunia bisnis pada saat berumur 23 tahun. Semua orang kagum akan dirinya dan memang, Jandro adalah sosok pria yang luar biasa. Sayangnya, Jandro punya kisah cintanya sendiri. Ia masih stuck dengan cinta pertamanya dulu. Meskipun ia sempat menjalin cinta dengan orang lain, bahkan seolah sudah lupa akan cinta pertamanya, tapi apa yang semua orang bilang memang benar. Cinta pertama merupakan cinta yang paling sulit dilupakan. Begitu pula yang dialami Jandro. Jandro needs his first love.

Namanya Sarah. Seorang adalah seorang penulis naskah film layar lebar maupun sinetron. Ia adalah seorang perempuasa dewasa yang memiliki berbagai cara untuk menaklukkan pria. Hubungannya dengan pacarnya, Rifat, kandas di tengah jalan karena alasan paling menyebalkan sedunia. Rifat selingkuh dan memohon Sarah bisa mengerti dan memaafkan kekhilafannya. Tapi, seperti yang dirasakan oleh semua perempuan, selingkuh adalah isu sensitif dan tidak bisa diganggu gugat. Sarah pun meninggalkan Rifat. Tapi Sarah sadar kalau ia butuh pengalih perhatian. Maka dari itu, Sarah pun pergi menuju Ubud untuk tinggal sementara di vila keluarga Vimana—bagaimanapun, Sarah adalah sahabat baik Anye. Anye Putri Vimana, kakak perempuan Jandro yang selalu usil dengan kehidupan cinta Jandro.

Villa di Ubud membuat Jandro dan Sarah yang tidak sengaja bertemu lagi mengalami perubahan cukup besar. Mulai dari ketertarikan yang diam-diam mereka rasakan, pernyataan cinta yang ditolak berkali-kali, ketakutan yang tak beralasan, hingga sama-sama pasrah menerima rasa.

Villa di Ubud menjadi saksi bisu perjalanan cinta Jandro dan Sarah.

“Lo serius udah ngelupain gue seratus persen? Sama sekali sampai gue seolah nggak pernah ada di hati lo?”—Sarah.

“Apa lagi yang lo mau bicarakan, Sar? I thought we already said that what we need to say to each other.”—Jandro 

 It’s so drama.

Drama dalam artian bagus. Aku nggak nyangka lho ternyata novel seri JBoyfriend bakal senagih ini. Iya, aku udah punya empat—termasuk AYCE—novelnya abang Christian Simamora. Dan, mau nggak mau, aku sudah termakan salam jatuh cinta yang diciptakan oleh abang.

Sebagai novel dewasa, novel ini menurutku smooth banget. Memang ada adegan yang memang dewasa—but I am 19 years old right now. Aku sama sekali nggak keberatan dengan adegan itu. Kan di belakangnya udah ada peringatannya. Jadi, aku nggak merasa berdosa waktu baca.

Pertama, aku mau mengomentari sampulnya. Oh my God. Sampulnya keren abis. Bagaimanapun, cowok dengan jas memang keren banget. Bahkan, tingkat kegantengan mereka akan naik beberapa tingkat. I think I coulndn’t refuse any man who use Armani—in positive way. Sebenernya, covernya AYCE itu jadi bikin penasaran. Jadi ngebuat pembaca tertarik pakai banget. Dan ya, I love this hot cover.

Jalan cerita. Seperti kata abang di belakang novel, cerita ini bukanlah cerita yang benar-benar baru. Cerita tentang dua orang yang saling suka tapi malu karena beda usia—salah seorang aja sih. Yang satu udah nggak punya malu kayaknya. Tapi, menurutku cara penyampaian abang itu ngena aja. I means nggak belibet mengurai kisah cinta Jandro dan Sarah. Meskipun kalau menurutku, adegan romantic atau cheesy dari mereka berdua tidak sebanyak yang aku harapkan. I love romance, remember?

Paper doll. Dari ketiga novel abang yang ada paper dollnya, aku akan bilang kalau aku tidak begitu suka dengan penggambaran Jandro. Seharusnya Jandro terlihat lebih cool lagi di paper doll ini. And sorry to say, aku lebih suka penggambaran Jethro dari pada Jandro. Padahal, yang aku tahu, Jandro lebih banyak digemari daripada Jethro. Sayangnya, aku lebih kepada tim Jethro di seri JBoyfriend ini.

Tokoh favorit. Pilihanku jatuh pada Jandro. Meskipun aku lebih sayang pada Jethro, tapi kuakui karakter yang emes di novel ini adalah Jandro. Dengan wajahnya yang charming dan kemampuannya yang luar biasa di dunia bisnis, siapa yang bisa menolak pesonanya?

Tokoh menyebalkan. Rifat of course. Dia itu benalu dan nggak tahu malu. Nggak suka banget dengan kelakuannya. Udah gitu dia over pede lagi. Ngeselin.

Setelah aku membaca novel ini, aku merasa puas. Meskipun ada sedikit hal yang tidak aku sukai dalam jalan cerita. Tapi mungkin itu karena akunya saja yang tidak setuju dengan hal ini. Aku suka dengan jalan cinta Jandro dan Sarah yang manis. Aku suka dengan perjuangan Jandro meyakinkan Sarah. Dan aku masih bisa ketawa saat membaca novel ini. Mungkin karena gaya penulisan abang yang lincah. Aku tidak menyesal membeli novel ini. Sama sekali tidak menyesal.

Buatku, novel ini semacam jadi candu. Karena bagaimanapun, aku jadi penasaran dengan seri JBoyfriend lainnya.


0 comments: